MANFAAT TERTAWA December 26, 2008
Posted by andreas29 in KESEHATAN.add a comment
Manfaat Tertawa :
1. Meningkatkan produksi sel antibodi
2. Meredakan ketegangan
3. Pelampiasan suasana emosional
4. Membagun mental yang positif
5. Bisa mengubah perspektif hidup
6. Membantu orang lain mengalami kelegaan
7. Menunjukkan seorang yang optimis dalam hidup
8. Memperpanjang umur
9. Seperti makan 2.000 coklat
10. Sangat menular
http://andreas29.wordpress.com
WE WISH YOU A MARRY CHRISTMAS December 25, 2008
Posted by andreas29 in VIDEO.Tags: LYRICS
add a comment
TERTAWA 20 MENIT = OLAHRAGA 2 JAM December 24, 2008
Posted by andreas29 in KESEHATAN.Tags: TERTAWA
add a comment

Hati yang gembira adalah obat yang manjur. Obat yang mujarab untuk segala macam masalah manusia. Ini tentu khusus untuk yang percaya dengan firman Allah. JanjiNya yang tertuang dalam Alkitab adalah ‘ya dan amin’.
Kalau kita tidak percaya tentu tidak akan menikmatinya. Dan salah satu aktualisasi dari hati yang gembira adalah dengan tertawa. Terlebih daripada itu, tertawa ternyata memiliki khasiat yang dahsyat untuk tubuh ini.
Menurut dr. Djoko Pramono, Ketua Anand Krisna Center (AKC) Semarang, dengan tertawa peredaran darah dalam tubuh akan lancar, kadar oksigen dalam darah meningkat. Selain itu, menurut dia, tekanan darah akan normal.
Olahraga memang perlu, namun tertawa secara teratur, juga dapat menjadi alternatif berolahraga. Ternyata tertawa selama 20 menit, setara dengan olahraga ringan selama dua jam.
Bagi orang yang beresiko terkena sakit jantung, padat pula memanfaatkan terapi tertawa. Pasalnya, selain dapat memijat paru – paru dan jantung, juga dapat mengurangi resiko sakit jantung.
Bahkan, kata dia tertawa dapat menjadi penenang alami. ” Saat tertawa tubuh kita memang akan menghasilkan hormon endorphine yang memberi rasa nyaman bagi tubuh (sebagai penenang alami), ” katanya.
Untuk itu, dia mengajak semua orang untuk tertawa. Apalagi, sebagian besar stres akhibat tekanan hidup yang semakin menghimpit dan aktivitas yang padat, yang biasanya diderita orang perkotaan perlu pelepasan untuk melonggarkan dada.
Ia mengatakan kita bisa mengatasi stres dan segala persoalan dengan terapi tertawa. Bahkan, tertawa dengan cara dipaksa pun akan membawa kebaikan bagi kesehatan. (antara)
http://andreas29.wordpress.com
MELECEHKAN YESUS December 22, 2008
Posted by andreas29 in ARTIKEL.Tags: KOSMETIK
add a comment
Sebuah produk kosmetik menampilkan gambar Yesus bersama dua perempuan yang memandang kepadaNya dari bawah. Tertulis kalimat besar di tutup kosmetik itu ” Lookin’ Good for Jesus. Kosmetik ini dijual di tiga toko Topshop di Singapura.
Dengan hadirnya produk itu, maka komonitas Roma Katolik di Singapura baru – baru ini mengajukan protes keras kepada outlet Topshop tersebut. Pasalnya, Topshop menjual kosmetik yang menurut warga Katolik dan Kristen Simgapura menghina Yesus Kristus.
Umat di Singapura memprotes keras Topshop, yang dinilai tidak menghormati kepercayaan umat Katolik dan Kristen. Kemasan yang mengunakan gambar Yesus itu dinilai berbau seksual dan melecehkan ajaran Kristen. Dan BBC mencatat, sekitar 15 % dari 4,4 juta warga Singapura adalah penganut Kristen.
Selain ‘Lookin’ Good for Jesus’, produk lain yang diprotes adalah pelindung bibir ‘Virtuous Vanilla’, juga hand and body cream bermerek ‘ Get Tight with Christ’. Produk ini pun menggambarkan Yesus bersama dua wanita.
Mengapa orang tega menggunakan simbol agama untuk mempromosikan produk kecantikan wanita ? Ini sangat tidak menghormati dan tidak punya perasaan,” kata Grace Ong, salah seorang wanita karier kepada The Straits Times, seperti dikutip BBC.
Sedang jurubicara Wing Tai, perusahaan yang mengoperasikan Topshop di Singapura, mengatakan pihaknya sama sekali tidak bermaksud menyerang kepercayaan konsumen.
Mereka juga mengatakan telah menarik produk itu dari peredaran sejak bulan lalu. BBC dalam beritanya beberapa waktu lalu mengatakan tidak memperoleh informasi tambahan apakah produk buatan perusahaan Amerika Blue – Q itu, masih ditemukan dipasaran atau tidak (BBC)
http://andreas29.wordpress.com
ANGKA 13, SIAL December 20, 2008
Posted by andreas29 in ARTIKEL.add a comment
Mengapa angka 13, dianggap sebagai angka sial ? Sebenarnya kepercayaan akan aneka mitos yang ada, berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah.
Kabbalah merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh Dewan penyihir tertinggi rezim Firaun, yang kemudian diteruskan oleh para penyihir, pesulap, peramal, paranormal dan sebagainya.
Terlebih oleh kaum Zionis – Yahudi yang kemudian menganggkatnya menjadi satu gerakan politis dan sekarang ini, ajaran Kabbalah telah menjdi tren baru di kalangan selebritis dunia.
Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama – sama dengan angka 11 dan 666. Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke dalamnya. Juga kartu Remi jumlahnya 13.
Penyisipan simbol angka 13 terbesar dalam sepanjang sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The Seal of United State of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan Piramida) sarat dengan angka 13.
Selain menyisipkan angka 13 ke dalam lambang negara, logo – logo perusahaan besar Amerika Serikat juga demikian seperti logo McDonalds, Arbyss Startrek.com, Westel dan sebagainya. Angka 13 bisa dilihat, jika logo – logo ini diputar secara vertikal.
Demikian pula, markas besar Microsoft disebut sebagai The Double Thirteen atau Double – 13, sesuai dengan logo Microsoft yang dibuat menyerupai sebuah jendela (Windows), padahal sesungguhnya itu merupakan angka 1313.
Uniknya, walau angka 13 bertebaran dalam berbagai rupa, bangsa Amerika rupa – rupanya juga menganggap angka 13 sebagai angka yang harus dihindari. Bagunan – bagunan tinggi di Amerika jarang yang menggunakan angka 13 sebagai angka lantainya.
Bahkan dalam kandang – kandang kuda pacuan demikian pula adanya, dari kandang bernomor 12, lalu 12a, langsung ke nomor 14. Tidak ada angka 13. Kaum Kabbalis sangat mengagungkan angka 13, selain tentu saja angka – angka lainnya seperti angka 11 dan 666. Angka ini dipakai dalam berbagai ritual setan mereka.
Bahkan simbol Baphomet atau Kepala Kambing Mendez (Mendez Goat) pun dihiasi simbol 13. Itulah sebabnya angka 13, dianggap sebagai angka sial karena menjadi bagian utama dari ritual setan. (net)
http://andreas29.wordpress.com
10 BUKU TOP FAVORIT DI AMERIKA December 18, 2008
Posted by andreas29 in ARTIKEL.Tags: Buku
add a comment
![]()
10 buku top favorit di Amerika
1. The Bible (Alkitab) Basic Informasi Before Leaving Earth
2. Gone with the Wind, oleh Margaret Mitchell
3. Buku seri Lord of the Rings, oleh J.R.R Tolkien
4. Buku seri Harry Potter, karya J.K. Rowling
5. The Stand, oleh Stephen King
6. The Da Vinci Code, karya Dan Brown
7. To Kill a Mockingbird, oleh Harper Lee
8. Angel and Demons, karya Dan Brown
9. Atlas Shrugged, karya Ayn Rand
10. Catcher in the Rye, oleh J.D. Salinger
(fendy/CP)
http://andreas29.wordpress.com
SUAP (2) December 14, 2008
Posted by andreas29 in ARTIKEL.add a comment
”Terima kasih!” kata saya menyambut kedua amplop itu, sambil kemudian memberikan uang untuk persen.
”Lima puluh ribu?” teriak istri saya memprotes.
Lalu ia mengganti uang itu dan menggantikannya dengan tiga lembar uang ribuan.
”Masak ngasih anak lima puluh ribu, yang bener aja!”
”Tapi ….”
”Ah sudah! Tidak mendidik!”
Saya tidak berdebat lagi, karena anak itu sudah cukup senang dengan tiga ribu. Lalu ia melonjak dan berlari keluar seperti kapal terbang, langsung ke warung. Pasti membeli makanan chiki-chiki sampah yang membuat usus bolong.
Kedua amplop uang itu saya bawa ke kamar mandi. Dengan hati-hati saya bersihkan tanah dan kotorannya. Untung amplopnya kuat terbuat dari semacam kertas plastik, jadi tahan air. Uang tidak akan turun harganya hanya karena belepotan kotoran.
”Apa itu?” sodok istri saya ingin tahu.
Saya cepat-cepat menghindar sambil menyembunyikan amplop itu dalam handuk. Kalau dia tahu itu uang, ide-ide busuknya akan muncul. Kalau itu dibiarkan berkembang, akhirnya saya akan masuk penjara. Saya tidak percaya bahwa hanya wanita yang lemah pada uang. Laki-laki sama saja. Tetapi saya kenal betul dengan ibu si Ade. Dia sudah terlalu capek hidup di kampung kumuh. Sudah lama dia menginginkan masa depan yang lebih baik terutama setelah Ade lahir, yang belum mampu bahkan mungkin tak akan bisa saya berikan. Baginya pasti tidak ada masalah suaminya masuk penjara, asal masa depan anaknya cerah.
Saya naik ke atap rumah untuk menjemur amplop itu supaya benar-benar kering. Saya tunggu di sana dengan menahan panas matahari, takut kalau ada tangan jahil mengambilnya. Keputusan sudah diambil, saya tidak akan menerimanya. Saya akan mengembalikan, kalau orang itu datang lagi. Dia pasti sengaja pergi untuk menjebloskan saya terpaksa menerima. Tidak, saya tidak pernah mimpi akan menjadi pelaku suap.
Tapi sepuluh hari berlalu. Orang itu tidak muncul-muncul juga. Lomba pun memasuki saat penentuan. Melalui perdebatan yang sangat sengit, akhirnya dicapai kata sepakat. Dengan sangat mengejutkan pemenangnya adalah calon yang dimintakan dukungan oleh penyuap daerah itu.
Terus-terang saya termasuk yang ikut memberikan suara pada kemenangan tersebut. Bukan karena suap. Jagoan daerah itu memang berhak mendapatkannya. Bahkan juara kedua, apalagi ketiga, masih jauh di bawahnya. Kemenangan itu dinilai wajar oleh semua orang. Diterima baik oleh masyarakat. Sama sekali tidak ada suara-suara kontra.
Satu bulan berlalu. Lomba itu sudah menjadi lampau. Saya pun memperoleh jarak yang cukup untuk menyiapkan perasaan menghadapi kedua amplop itu. Meski sudah saya sembunyikan dengan begitu rapi, tapi kalau lagi sepi, kadang-kadang amplop itu saya bawa ke tempat sunyi di depan rumah dan menimang-timangnya. Rasanya aneh, kunci untuk mengubah masa depan ada di tangan, tapi saya cukup hanya memandanginya. Kemiskinan terasa tidak begitu menggasak lagi, di dekat senjata yang bisa membalikkan semuanya setiap saat. Mau tak mau saya terpaksa mengakui, betapa dahsyatnya arti uang. Suka tidak suka ternyata harus diakui memang uang mampu menenteramkan. Namun saya sudah bersikap menolak.
Sayang sekali roda kehidupan yang membenam saya di bawah terus, akhirnya mulai menang. Memasuki bulan kedua, ketika pemilik amplop itu tidak muncul-muncul juga, pikiran saya bergeser. Suap adalah dorongan yang membuat kita terpaksa melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani dan merugikan orang banyak. Saya tidak melakukan itu. Orang juga tidak memprotes keputusan yang diambil juri. Apa perlu saya cek, adakah semua juri juga sudah disodori amplop seperti saya? Saya kira itu berlebihan. Keputusan kami yang diterima baik adalah bukti bahwa kemenangan itu tepat. Orang tidak berhak menuduh saya atau kami disuap hanya karena kebetulan kemenangannya sama dengan yang dikehendaki penyuap itu. Maksud saya orang yang mencoba menyuap itu.
Pada bulan ketiga, saya capek menunggu. Lelah juga dipermainkan oleh ketegangan. Kenapa saya mesti menolak nasib baik yang sudah di tangan. Istri saya sudah tidak mau lagi tidur dengan saya. Anak saya kontet karena gizinya kurang. Utang di warung sudah tak terbayar sehingga lewat saja sudah rasa dihimpit oleh hina dan malu.
Akhirnya, setelah berdoa berkali-kali dan meminta ampun kepada Tuhan, saya memutuskan nekat. Apa boleh buat biarlah saya masuk penjara kalau saya memang terbukti nanti makan suap. Tapi, sedikitnya saya sudah sudah bisa membahagiakan keluarga dengan memperbaiki rumah dan membeli motor seperti tetangga saya. Kenapa orang lain boleh bahagia dan saya hanya kelelap kemiskinan karena membela kesucian. Jauh lebih baik makan suap meskipun dihukum daripada dihukum karena kena suap tanpa sempat tanpa selembat pun menikmati manis suapnya.
”Baiklah, hari ini kita memasuki sesuatu yang baru,” kata saya pada anak-istri malam itu sambil menunjukkan kedua amplop uang itu. ”Aku sudah mengambil keputusan bahwa ini adalah hak kita, karena sudah 3 bulan 10 hari pemiliknya tidak kembali. Bukan salah kita. Masak hanya tetangga yang berhak betulin rumah dan beli motor, kita sendiri makan tahi sampai mati. Ini!”
Saya terimakan kedua amplop itu ke tangan istri saya. Istri saya diam saja. Anak saya nampak menahan diri. Dia tidak berani menyambar lagi seperti dulu.
”Ayo, dibuka saja!”
Istri saya tiba-tiba menunduk dan menangis.
”Lho kok malah nangis.”
”Abang jangan salah sangka begitu.”
”Salah sangka bagaimana?”
”Jangan menyangka yang tidak-tidak.”
”Yang tidak-tidak apa?”
”Aku tidak capek karena kita miskin, tapi karena aku sakit. Aku juga sudah mulai tua sekarang, Bang. Aku diam karena tidak mau memberati perasaan Abang. Bukan apa-apa. Aku tidak mau Abang memaksa diri menerima suap hanya untuk menyenangkan hatiku. Jangan. Aku masih kuat menderita kok. Masih banyak orang lain yang lebih jelek nasibnya dari kita.”
Dia berdiri dan meletakkan kedua amplop itu di depan saya.
”Jangan memaksakan sesuatu yang tidak baik, nanti tidak akan pernah baik.”
Dia menggayut tangan Ade, lalu membawanya ke dapur. Anak saya menurut tapi dia melirik kepada saya lalu menatap ke kedua amplop itu. Kemudian diam-diam menunjuk dengan telunjuknya.
Saya menghela napas dalam. Disikapi oleh istri seperti itu, kenekatan saya justru bertambah. Memang anak dan istri saya tidak usah ikut bertanggung jawab. Biar saya sendiri nanti yang masuk neraka, asal mereka tidak. Dari jendela saya lihat perbaikan rumah tetangga menjadi dua lantai sudah hampir rampung. Suara motornya kedengaran nyaring melengking menusuk malam, membuat saya panas.
Tiba-tiba terpikir sesuatu. Kenapa anak saya tadi menunjuk ke amplop. Apa maksudnya? Apa itu sebuah peringatan? Saya menatap amplop yang menjadi bersih karena sering saya belai itu. Tiba-tiba saya terperanjat. Di satu sisinya ternyata ada belahan. Dari situ nampak terbayang isinya.
Tangan saya gemetar. Saya sambar amplop itu dan intip isinya. Kemudian dengan bernafsu, barang yang sempat saya berhalakan itu saya kupas. Darah saya seperti muncrat keluar semua ketika menemukan di dalamnya bukan uang tetapi hanya tumpukan kertas-kertas putih.
Dengan kalap saya terkam bungkusan kedua dan preteli. Sama saja. Isinya juga hanya kertas. Di situ mata saya mulai gelap. Ini pasti perbuatan tetangga jahanam itu. Dia temukan amplop itu, lalu gantikan isinya, baru dia suruh anaknya supaya menyerahkan kepada saya. B******. Kalau tidak begitu, bagaimana mungkin dia bisa meningkatduakan rumahnya dan membeli motor? Saya S2, dia SMP saja tidak tamat.
Dengan gelap jelalatan karena geram saya keluar rumah. Jelas sekali sekarang. Mungkin ketika anak saya lari-lari berkejar-kejaran dengan Ade, kedua amplop itu sudah direbut oleh tetangga. Setelah tahu isinya, mereka langsung ganti. Dan ketika saya mencebur ke dalam kolam mereka punya kesempatan untuk memeriksa isinya dan menggantinya. Itu kejahatan. Manusia sekarang sudah rusak moralnya karena uang. Tidak ada lagi perasaan persaudaraan, menjarah, merampok uang orang lain sudah jadi semacam kiat dan keberanian.
Dengan kalap saya sambar batu-batu. Tak peduli apa kata orang, lalu saya lempari rumah tetangga bajingan itu. Kaca-kaca pintu yang baru dipasang saya hancurkan. Motornya juga saya hajar.
”B******! Aku yang disuap! Aku yang dijebloskan ke bui dan neraka, kamu yang enak-enak menikmati! Bajingan!”
Hampir saja rumah barunya saya bakar, kalau saja para tetangga tidak keburu menyerbu dan kemudian menghajar saya habis-habisan. Mata saya bengkak, tak mampu melihat apa-apa. Hanya telinga saya masih bisa menangkap isak tangis istri dan jerit histeris anak saya. (jawapos.co.id)
http://andreas29.wordpress.com














