jump to navigation

OBAMABINLADEN November 22, 2008

Posted by andreas29 in ARTIKEL.
Tags:
trackback

Osama dan Obama tidak punya kemiripan atau hubungan. Yang pertama adalah musuh nomor satu Amerika, yang kedua adalah calon presiden harapan Amerika Serikat.

Namanya mirip. Hanya beda satu kata. Kalau di Indonesia pasti diplesetkan menjadi Obama Bin Laden. Bukan sekadar kebetulan. Tapi sedikit-sedikit ada hubungannya. Karena Obama mempunyai darah campuran Timur Tengah. Kakeknya beragama Islam.

Trauma orang Amerika terhadap Islam ekstrem masih belum sembuh akibat pengeboman WTC 11 September 2001.

Makanya, apa yang berbau Islam masih dilirik dengan curiga. Obama pun sempat jadi sasaran kampanye negatif karena bau Islam itu. Masa kecilnya yang sempat dihabiskan di Indonesia juga jadi sasaran kampanye negatif yang menghubungkannya dengan Islam radikal.

Tapi terbukti akal sehat masih menang. Obama bisa menyisihkan Hillary Clinton dengan permainan yang bersih dan menarik. Pada masa-masa konvensi, keduanya bersaing sangat keras. Saling kecam saling serang terbuka. Tapi, begitu rakyat memilih Obama, Hillary menerimanya dengan hati besar, dan secara terbuka meminta pendukungnya untuk beralih mendukung Obama.

Wow, asyiknya demokrasi yang sudah dewasa seperti Amerika. Persaingan boleh sangat keras. Tapi begitu rakyat memutuskan pilihan, yang kalah dengan terbuka mengakui dan mengucapkan selamat.

Kita di Indonesia boleh ngiri karena hal sederhana ini tidak bisa dipraktikkan oleh para pemimpin kita. Sudah kalah hampir lima tahun yang lalu sampai sekarang masih tetap jotakan seperti anak kecil.

Tentu demokrasi Amerika tidak sempurna. Bahkan demokrasi di seluruh dunia tidak satu pun yang sempurna. Tetapi contoh ini seharusnya memberi inspirasi kepada kita.

Persaingan politik boleh sangat keras, tapi roda pemerintahan tetap berjalan normal. Bapak bangsa kita sezaman Soekarno dan angkatannya bisa mempraktikkan demokrasi itu dengan dewasa. Tetapi ternyata hal itu tidak terwarisi kepada generasi sekarang.

Hillary yang kalah tidak menuding Obama sebagai capres sontoloyo atau sebaliknya. Kabinet Bush juga tetap kompak tidak ada yang saling tuding dan saling curiga.

Pemilu Amerika akan digelar November. Tetapi kabinet tetap menjalankan programnya. Tidak ada menteri yang dituding sebagai menteri sontoloyo karena tidak setia kepada presiden.

Mereka yang tidak suka kepada Presiden Bush pasti menganggapnya lebih dari sekadar presiden sontoloyo. Tapi, hal itu tidak sampai memacetkan roda pemerintahan. Masa kepemimpinan Bush yang kedua tinggal beberapa bulan. Rakyat akan menghakimi apakah Bush dan Partai Republik dianggap sukses menjalankan amanah atau tidak.

Kalau Bush dianggap sukses, maka John McCain, capres Republik, akan dipilih kembali oleh rakyat. Tapi, kalau Bush sontoloyo, maka rakyat akan menghukumnya dengan memilih Barrack Obama yang menjadi wakil Partai Demokrat. Dan Bush pun layak digelari sebagai Presiden Sontoloyo!

Beberapa waktu yang lalu kita ribut gara-gara ada menteri sontoloyo di kabinet. Paling tidak begitulah menurut kepala BIN Syamsir Siregar. Karena Syamsir tidak mau tunjuk hidung, maka yang terjadi adalah saling curiga di antara sesama anggota kabinet.

Mestinya Syamsir memakai ilmu Gus Dur. Kalau tidak berani tunjuk hidung, sebut saja inisialnya. Beres.

Pemilu Indonesia masih tahun depan, tapi naga-naganya kerja kabibet akan amburadul karena banyak menteri yang siap-siap balik kandang ke partai masing-masing. Menteri begini ini yang sontoloyo.

Penyanyi Franky Sahilatua tidak mau kalah. Dalam sebuah acara mengenang tewasnya Maftuh Fauzi, mahasiswa Unas, Franky menyanyikan lagu ‘Ode untuk Maftuh’. Di situlah Franky menyebut ‘Presiden Sontoloyo’.

Tentu Franky bukan Syamsir. Franky adalah penyanyi balada yang konsen terhadap politik. Ia aktif dalam berbagai aksi dan diskusi politik. Ketika ia menyebut ‘presiden sontoloyo’, tentu sudah jelas siapa yang dituding Franky. Karena itu Franky tidak perlu menyebut inisial.

Franky adalah arek Suroboyo asli yang mungkin terbiasa dengan pisuhan khas Suraboyo. Tapi, kali ini, meski dia cukup memaki dengan ’sontoloyo’ tapi jelas sekali Franky marah.

Pasti masih menjadi perdebatan apakah presiden pantas disebut sontoloyo atau tidak. Menurut Franky sih presiden layak disebut sontoloyo karena gagal melindungi mahasiswa yang menjadi korban kekerasan dalam demonstrasi kenaikan BBM. Presiden dianggap sontoloyo karena tidak berhasil menyejahterakan rakyat.

Baiklah. Kalau memang presiden sontoloyo, nanti seluruh rakyat Indonesia yang akan menjadi hakimnya. Kalau memang dia tidak sontoloyo berarti tahun depan akan terpilih kembali. Tapi kalau dalam pemilu tahun depan dia tidak terpilih, berarti memang sontoloyo. Gitu saja kok repot. (surya.co.id)

http://andreas29.wordpress.com

Comments»

andreas29 - June 2, 2009

Kadang seseorang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya termasuk untuk hal – hal yang tidak patut ditiru…..