jump to navigation

SELAMAT HARI NATAL…SEMOGA SUKACITA NATAL SELALU DI HATI…. December 24, 2011

Posted by andreas29 in GAMBAR / FOTO.
Tags:
add a comment

Image

HAL YANG INDAH DALAM HIDUP November 26, 2011

Posted by andreas29 in NOA.
Tags:
add a comment

SAAT KITA PERGI ADA YANG MENDOAKAN

SAAT KITA JAUH ADA YANG MERINDUKAN

SAAT KITA SEDIH ADA YANG MEMBUAT KITA TERSENYUM

SAAT KITA BERTEMU ADA SENYUM YANG INDAH

TAPI YANG TERINDAH DARI SEGALANYA ADALAH …..

KETIKA TUHAN MASIH BERKENAN MEMBERIKAN NAPAS UNTUK KITA HIDUP DI HARI INI….

” HAPPY WEEKEND “

http://andreas29.wordpress.com

ADA 5 TUTUR BIJAK….!!! October 24, 2011

Posted by andreas29 in NOA.
Tags:
add a comment
  1. Jika anda benar, maka anda tidak perlu marah dan jika anda salah, maka anda tidak layak marah
  2. Sabar dengan keluarga, itu namanya cinta. Sabar dengan orang lain, itu namanya Respect. Sabar dengan diri sendiri, itu namanya Kepercayaan Diri
  3. Jangan berpikir terlalu keras mengenai masa lalu, hal itu membawa air mata. Jangan pula berpikir terlalu banyak mengenai masa depan, hal itu membawa Ketakutan. Hiduplah saat ini dengan senyuman, hal itu akan membawa Bahagia
  4. Setiap cobaan dalam hidup kita, bisa membuat kita lebih terpuruk atau lebih baik. Setiap masalah datang untuk membuat kita lebih berprestasi, atau hancur sama sekali. Pilihan ada ditangan kita, untuk menjadi seorang pencundang atau pemenang….!!!
  5. Temukan hati yang indah dan tulus bukan wajah yang Rupawan atau Menawan. Hal-hal yang indah tidak selalu Baik, namun hal-hal yang  baik selalu indah….!!!

” Have a Great Day “

http://andreas29.wordpress.com

IMPROVEMENT DAN KEBAIKAN DIRI KITA September 24, 2011

Posted by andreas29 in NOA.
Tags:
add a comment

Yang indah hanya sementara

Yang Abadi adalah kenangan

Yang Ikhlas hanya dari hati

Yang Tulus hanya dari sanubari

Tidak mudah mencari yang hilang

Tidak Mudah mengejar impian

Namun yang lebih susah mempertahankan yang sudah ada,

karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga

Ingat pada pepatah :

” Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini  “

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif

Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan dan jabatan yang luar biasa,

Namun ketika napas terakhir tiba, sebatang jarumpun tak bisa dibawa pergi

Sehelai benangpun tak bisa dimiliki

Apalagi yang mau diperbutkan

Apalagi yang mau disombongkan

Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani

Jangan terlalu perhitungan

Jangan hanya mau menang sendiri

Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita

Belajarlah tiada hari tanpa kasih

Selalu berlapang dada dan mengalah

Hidup ceria, bebas leluasa…

Tak ada yang tak bisa di ikhaskan…

Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan

Tak ada dendam yang tak bisa terhapus

Jalani hidup ini dengan segala sifat positif yang kita miliki….

Happy Nice Day…

http://andreas29.wordpress.com

 

TUKANG BECAK PENYUMBANG JUTAAN UNTUK YATIM PIATU (2) August 30, 2011

Posted by andreas29 in ARTIKEL.
Tags:
add a comment

Beberapa kali ia perhatikan anak lelaki kecil itu menolong ibu-ibu yang berbelanja, dan menerima upah uang recehan. Kemudian ia lihat anak itu beranjak ketempat sampah, mengais-ngais sampah, dan waktu menemukan sepotong roti kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, dan memasukkan roti itu kemulutnya, menikmatinya dengan nikmat seolah itu makanan dari surga.

Hati Bai Fang Li tercekat melihat itu, ia hampiri anak lelaki itu, dan berbagi makanannya dengan anak lelaki itu. Ia heran, mengapa anak itu tak membeli makanan untuk dirinya, padahal uang yang diperolehnya cukup banyak, dan tak akan habis bila hanya untuk sekedar membeli makanan sederhana. “Uang yang saya dapat untuk makan adik-adik saya….” jawab anak itu. “Orang tuamu dimana…?” tanya Bai Fang Li.
“Saya tidak tahu…., ayah ibu saya pemulung…. Tapi sejak sebulan lalu setelah mereka pergi memulung, mereka tidak pernah pulang lagi. Saya harus bekerja untuk mencari makan untuk saya dan dua adik saya yang masih kecil…” sahut anak itu.

Bai Fang Li minta anak itu mengantarnya melihat ke dua adik anak lelaki bernama Wang Ming itu. Hati Bai Fang Li semakin merintih melihat kedua adik Wang Fing, dua anak perempuan kurus berumur 5 tahun dan 4 tahun. Kedua anak perempuan itu nampak menyedihkan sekali, kurus, kotor dengan pakaian yang compang camping.

Bai Fang Li tidak menyalahkan kalau tetangga ketiga anak itu tidak terlalu perduli dengan situasi dan keadaan ketiga anak kecil yang tidak berdaya itu, karena memang mereka juga terbelit dalam kemiskinan yang sangat parah, jangankan untuk mengurus orang lain, mengurus diri mereka sendiri dan keluarga mereka saja mereka kesulitan.

Bai Fang Li kemudian membawa ke tiga anak itu ke Yayasan yang biasa menampung anak yatim piatu miskin di Tianjin . Pada pengurus yayasan itu Bai Fang Li mengatakan bahwa ia setiap hari akan mengantarkan semua penghasilannya untuk membantu anak-anak miskin itu agar mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak dan mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak.

Sejak saat itulah Bai Fang Li menghabiskan waktunya dengan mengayuh becaknya mulai jam 6 pagi sampai jam delapan malam dengan penuh semangat untuk mendapatkan uang. Dan seluruh uang penghasilannya setelah dipotong sewa gubuknya dan pembeli dua potong kue kismis untuk makan siangnya dan sepotong kecil daging dan sebutir telur untuk makan malamnya, seluruhnya ia sumbangkan ke Yayasan yatim piatu itu. Untuk sahabat-sahabat kecilnya yang kekurangan.

Ia merasa sangat bahagia sekali melakukan semua itu, ditengah kesederhanaan dan keterbatasan dirinya. Merupakan kemewahan luar biasa bila ia beruntung mendapatkan pakaian rombeng yang masih cukup layak untuk dikenakan di tempat pembuangan sampah. Hanya perlu menjahit sedikit yang tergoyak dengan kain yang berbeda warna. Mhmmm… tapi masih cukup bagus… gumannya senang.

Bai Fang Li mengayuh becak tuanya selama 365 hari setahun, tanpa perduli dengan cuaca yang silih berganti, ditengah badai salju turun yang membekukan tubuhnya atau dalam panas matahari yang sangat menyengat membakar tubuh kurusnya.

“Tidak apa-apa saya menderita, yang penting biarlah anak-anak yang miskin itu dapat makanan yang layak dan dapat bersekolah. Dan saya bahagia melakukan semua ini…,” katanya bila orang-orang menanyakan mengapa ia mau berkorban demikian besar untuk orang lain tanpa perduli dengan dirinya sendiri.

Dalam Memberi, Bai Fang Li Tak Pernah Menuntut Apapun
Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya.

Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun, sehingga hampir 20 tahun Bai Fang Li menggenjot becaknya demi memperoleh uang untuk menambah donasinya pada yayasan yatim piatu di Tianjin itu. Saat berusia 90 tahun, dia mengantarkan tabungan terakhirnya sebesar RMB 500 (sekitar 650 ribu rupiah) yang disimpannya dengan rapih dalam suatu kotak dan menyerahkannnya ke sekolah Yao Hua.

Bai Fang Li berkata “Saya sudah tidak dapat mengayuh becak lagi. Saya tidak dapat menyumbang lagi. Ini mungkin uang terakhir yang dapat saya sumbangkan……” katanya dengan sendu. Semua guru di sekolah itu menangis……..

Bai Fang Li wafat pada usia 93 tahun, ia meninggal dalam kemiskinan. Sekalipun begitu, dia telah menyumbangkan disepanjang hidupnya uang sebesar RMB 350.000 (kurs 1300, setara 455 juta rupiah, jika tidak salah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu dan sekolah-sekolah di Tianjin untuk menolong kurang lebih 300 anak-anak miskin.

Foto terakhir yang orang punya mengenai dirinya adalah sebuah foto dirinya yang bertuliskan “Sebuah Cinta yang istimewa untuk seseorang yang luarbiasa”.

Bila SESEORANG yang miskin menyumbang dari kekurangannya, maka ia adalah salah satu PENGHUNI SURGA yang diutus ke dunia, yang mengajarkan kita untuk selalu BERSYUKUR dan selalu BERBAGI kepada sesama.

http://andreas29.wordpress.com

TUKANG BECAK PENYUMBANG JUTAAN UNTUK YATIM PIATU (1) August 30, 2011

Posted by andreas29 in ARTIKEL.
Tags:
add a comment

Namanya BAI FANG LI. Pekerjaannya adalah seorang tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskankan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya.

Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya untuk bersekutu dengan Tuhan. Dia melalang dijalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam.

Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.

Bai Fang Li tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para penjual asongan dan pemulung lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia biasa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.

Gubuk itu hanya merupakan satu ruang kecil dimana ia biasa merebahkan tubuhnya beristirahat, diruang itu juga ia menerima tamu yang butuh bantuannya, diruang itu juga ada sebuah kotak dari kardus yang berisi beberapa baju tua miliknya dan sebuah selimut tipis tua yang telah bertambal-tambal. Ada sebuah piring seng comel yang mungkin diambilnya dari tempat sampah dimana biasa ia makan, ada sebuah tempat minum dari kaleng. Dipojok ruangan tergantung sebuah lampu templok minyak tanah, lampu yang biasa dinyalakan untuk menerangi kegelapan di gubuk tua itu bila malam telah menjelang.

Bai Fang Li tinggal sendirian digubuknya. Dan orang hanya tahu bahwa ia seorang pendatang. Tak ada yang tahu apakah ia mempunyai sanak saudara sedarah. Tapi nampaknya ia tak pernah merasa sendirian, banyak orang yang suka padanya, karena sifatnya yang murah hati dan suka menolong.Tangannya sangat ringan menolong orang yang membutuhkan bantuannya, dan itu dilakukannya dengan sukacita tanpa mengharapkan pujian atau balasan.

Dari penghasilan yang diperolehnya selama seharian mengayuh becaknya, sebenarnya ia mampu untuk mendapatkan makanan dan minuman yang layak untuk dirinya dan membeli pakaian yang cukup bagus untuk menggantikan baju tuanya yang hanya sepasang dan sepatu bututnya yang sudah tak layak dipakai karena telah robek. Namun dia tidak melakukannya, karena semua uang hasil penghasilannya disumbangkannya kepada sebuah Yayasan sederhana yang biasa mengurusi dan menyantuni sekitar 300 anak-anak yatim piatu miskin di Tianjin . Yayasan yang juga mendidik anak-anak yatim piatu melalui sekolah yang ada.

Kejadian yang Mulai Merubah Pandangan Hidupnya
Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun.
Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia baru beristirahat setelah mengantar seorang pelanggannya. Ia menyaksikan seorang anak lelaki kurus berusia sekitar 6 tahun yang yang tengah menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja. Tubuh kecil itu nampak sempoyongan mengendong beban berat dipundaknya, namun terus dengan semangat melakukan tugasnya. Dan dengan kegembiraan yang sangat jelas terpancar dimukanya, ia menyambut upah beberapa uang recehan yang diberikan oleh ibu itu, dan dengan wajah menengadah ke langit bocah itu berguman, mungkin ia mengucapkan syukur pada Tuhan untuk rezeki yang diperolehnya hari itu.

Beberapa kali ia perhatikan anak lelaki kecil itu menolong ibu-ibu yang berbelanja, dan menerima upah uang recehan. Kemudian ia lihat anak itu beranjak ketempat sampah, mengais-ngais sampah, dan waktu menemukan sepotong roti kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, dan memasukkan roti itu kemulutnya, menikmatinya dengan nikmat seolah itu makanan dari surga.

http://andreas29.wordpress.com

KETINGGALAN KERETA API July 27, 2011

Posted by andreas29 in ARTIKEL.
Tags:
add a comment

Sebuah kereta api melaju di tengah musim salju yang dingin. Saat berhenti sejenak, seorang bapak iseng keluar dari pintu kereta api.

Tanpa disangka, ada angin yang meniup sehingga topinya terjatuh jauh dari kereta. Dengan sigap, ia berlari mengejar. Akhirnya, ia berhasil memungut topinya.

Tiba-tiba mesin kereta berbunyi & kereta pun mulai bergerak. Dengan susah payah, ia berusaha berteriak & berlari. Namun, salju yang tebal membuatnya tidak bisa berlari kencang. Akhirnya, ia ditinggal oleh kereta sendirian di tengah perjalanan yang dingin itu.

Ia mengeluh tentang nasibnya yang sial, ia terus memaki hingga menangis. Meratapi nasib yang malang. Sudah ditinggal kereta, kopernya juga hilang. Betul-betul kesal, jengkel & marah.

Singkat kata, setelah berjalan berjam-jam, akhirnya ia tiba di salah satu rumah penduduk & menumpang nginap disana.

Keesokan harinya, ia mendengar berita sebuah kereta api malam tergelincir ke jurang. Semua penumpang di kereta itu tewas. Eitz, tentu saja tidak semuanya. Karena si bapak ini termasuk yang selamat!

Masalah, kesulitan ataupun petaka, kadang bisa terjadi dalam kehidupan kita. Ada yg sepenuhnya karena kesalahan kita. Namun,  ada yang justru terjadi atas ijin dari “Yang Di Atas”. Sebuah pembelajaran & hikmah justru akan kita peroleh setelah melewatinya.

Janganlah mengeluh, marah, kesal & jengkel dengan apa yang terjadi sebelum kamu tahu apa makna di balik masalah & kesulitan itu.

Kadang hikmah di balik kesulitan baru kita pahami setelah melewati waktu yg lama. Karena itu, Jangan mengeluh dulu ketika ada hal yg tidak seperti harapanmu. Siapa tahu..?

” Ketika CELAKA terjadi dalam hidupmu. Mungkin saja ada HARTA tersembunyi buatmu !”

http://andreas29.wordpress.com

SENYUMAN June 19, 2011

Posted by andreas29 in NOA.
Tags:
add a comment

Senyuman tidak mengeluarkan biaya..
Tetapi menciptakan banyak hal..
Memperkaya mereka yg menerima..
Tanpa merugikan mereka yg memberi..

Senyuman hanya terjadi sekejap..
Tetapi kesannya abadi..

Tidak seorangpun begitu kayanya..
Sehingga dapat hidup tanpa senyuman..
Dan tidak seorangpun begitu miskinnya..
Sehingga mereka tidak dapat menjadi lebih kaya dg manfaatnya..

Senyuman menghasilkan kebahagiaan..
Dirumah..dikantor..dan di tempat lainnya..

Senyuman menentramkan mereka yang jenuh..
Sinar terang bagi keputusasaan..
Matahari bagi yg bersedih..
Dan obat bagi mereka yang bermasalah..

Namun senyuman..
Tidak dapat diminta..dibeli..dipinjam atau dicuri..
Karena senyuman tak berharga apa2..
Bagi siapapun jika tidak diberikan..

Mungkin suatu hari teman kita terlalu lelah untuk memberikan sebuah
senyuman..
Maka berikanlah senyuman kita pada mereka..

Tidak ada orang yang membutuhkan senyuman..
Dibandingkan mereka yang tidak memiliki apa2 untuk diberikan..

Maka dari itu tersenyumlah selalu..
Selagi kita masih dapat memberikan sebuah Senyuman..
untuk dapat menyenangkan orang lain..

http://andreas29.wordpress.com

ADA 3 HARI DALAM HIDUP May 15, 2011

Posted by andreas29 in NOA.
Tags:
add a comment

Yang Pertama:
HARI KEMARIN…
Kamu tak bisa mengubah apa pun yg telah terjadi…
Kamu tak bisa menarik perkataan yg telah terucapkan….
Kamu tak mungkin lagi menghapus kesalahan..;
dan mengulangi kegembiraan yg kamu rasakan kemarin…
Biarkan hari kemarin lewat;
Lepaskan saja….

Yang kedua:
HARI ESOK…
Hingga mentari esok hari terbit,
Kamu tak tahu apa yg akan terjadi…
Kamu tak bisa melakukan apa-apa esok hari…
Kamu tak mungkin tau.., sedih atau ceria di esok hari…
Krn Esok hari belum tiba;
Biarkan saja…

Yang tersisa kini hanyalah:
HARI INI…
Pintu masa lalu telah tertutup…
Pintu masa depan pun belum tiba…
Pusatkan saja diri kamu untuk hari ini…
Kamu dapat mengerjakan lebih banyak hal untuk hari ini…,
Bila kamu mampu memaafkan hari kemarin…
Dan melepaskan ketakutan akan esok hari…

Hiduplah hari ini…
Karena, masa lalu.. dan masa depan.. hanyalah permainan pikiran yang rumit….

Hiduplah apa adanya…
Karena yg ada hanyalah hari ini…
Perlakukan setiap orang dgn kebaikan hati.. dan rasa hormat..,
Meski mereka berlaku buruk pada kamu…

Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini.., karena mungkin besok cerita sudah berganti….

Ingatlah bahwa kamu menunjukkan penghargaan pd orang lain…  bukan karena siapa mereka…, tetapi karena siapakah diri kamu sendiri….

Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu…
Atau masa depan membuatmu bingung…. ;)
Apapun jg yg km perbuat.., perbuatlah dgn segenap hatimu…

http://andreas29.wordpress.com

CINTAILAH TUHAN April 1, 2011

Posted by andreas29 in RENUNGAN.
Tags:
add a comment

Cerita di bawah ini mengingatkan kita untuk semakin dan mencintai lebih dalam kepada Tuhan.

Diambil dari sebuah kisah nyata. Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan. Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya. Tindakannya ini selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

“Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke sekolah ?”  “Ya, Bapa Pendeta!” balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, “Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.”  “Terima kasih, Bapa Pendeta.”  “Kenapa kamu tidak pulang sekarang ? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah ?”  “Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan.. sahabatku.” Dan Pendeta tersebut meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tetapi pastur tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga. “Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanya kue ini. Terima kasih buat kue ini, Tuhan ! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku jadi tidak begitu lapar.
Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan.Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa.. paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa dari temanku sudah berhenti sekolah, tolong Bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi. Tolong Tuhan. Oh, ya..Engkau tahu kalau Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu. Tuhan, Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau dapat menyembuhkannya, disini..disini. aku rasa Engkau tahu yang ini kan….???  Tolong jangan marahi ibuku, ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makan dan biaya sekolahku.. itulah mengapa dia memukul aku.
Oh, Tuhan..aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik dikelasku, namanya Anita. menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku ?? ? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei.ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira ??? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau menyukainya. Oooops..aku harus pergi sekarang.” Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta . “Bapa Pendeta..Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!”

Kegiatan tersebut berlangsung setiaphari, Andy tidak pernah absen sekalipun. Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan.. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif. Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja tersebut diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga mengutuki orang yang menyinggung mereka. Ketika mereka sedang berdoa, Andy pun tiba di Gereja tersebut usai menghadiri pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa “Halo Tuhan..Aku.. “
“Kurang ajar kamu, bocah!!!tidakkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa ???!!! Keluar, kamu!!!!!”  Andy begitu terkejut,”Dimana Bapa Pendeta Agaton..?? Seharusnya dia membantuku menyeberangi jalan raya. Dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, karena hari ini hari ulang tahunNya, akupun punya hadiah untukNya..” Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. “Keluar kamu, bocah!..kamu akan mendapatkannya! !!” Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja. Lalu dia menyeberang, tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang – disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar dan Andy pun tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tidak bernyawa lagi. Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata dating dan memeluk bocah malang tersebut. Dia menangis. Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya,”Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini ? Apakah anda mengenalnya ? ” Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata,”Dia adalah sahabatku.” Hanya itulah yang dikatakan. Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduanya menghilang. Orang-orang yang ada disekitar tersebut semakin penasaran dan takjub.

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sangat mengejutkan. Diapun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dengan kedua orang tua Andy.

“Bagaimana anda mengetahui putra anda telah meninggal ?” “Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari.” Ucap ibu Andy terisak. “Apa katanya ?” Ayah Andy berkata,”Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan dikeningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu.  “Apa yang dikatakan?” “Dia berkata kepada putraku..” Ujar sang Ayah. “Terima kasih buat kadonya. Aku akan berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku.” Dan sang ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu.aku menangis karena bahagia..aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika dia meninggalkan kami, ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku. Aku tahu, putraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong Bapa Pendeta .. Siapakah pria ini yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu di sana setiap hari, kecuali pada saat putraku meninggal.
Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,”Dia tidak berbicara kepada siapa-siapa. .. kecuali dengan Tuhan.”

http://andreas29.wordpress.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.